kursus seo terbaik iBiG academy

Pernah ikut kursus SEO terbaik? Yakin bahwa itu kursus SEO yang terbaik? Atau hanya sekedar lebal saja?

Sulit untuk melakukan penilaian jika Anda tidak tahu apa saja hal yang perlu dipelajari mengenai SEO. Sama halnya jika Anda seorang ahli di bidang membuat nasi goreng. Anda akan tahu mana restoran yang bisa menawarkan nasi goreng yang paling enak. Hal ini disebabkan Anda tahu restoran nasi goreng, pernah mencicipinya, dan bisa membedakan antara satu dengan yang lain.

Sama halnya dengan kursus SEO. Anda bisa membandingkan jika Anda pernah ikut berbagai kursus.

Dan satu lagi yang bisa dijadikan patokan, yaitu materi yang diajarkan.

Kebanyakan kursus SEO itu mengajarkan hal-hal sifatnya sangat biasa. apalagi jika Anda buka kursus SEO online yang ada di internet. Mungkin Anda akan menemukan materi yang sama antara satu situs kursus online gratis dengan yang lainnya.

Maka dari itu, materi yang disampaikan bisa dijadikan patokan apakah sebuah kursus SEO layak dikatakan yang terbaik atau tidak. Dan selanjutnya adalah hasil. Jika Anda terapkan ilmu yang Anda dapatkan dari kursus tersebut dan ternyata top markotop, nah kursus tersebut berhak dikatakan sebagai kursus SEO terbaik.

Ada satu hal yang sering terlewatkan. Terkadang para mastah yang mengajar juga lupa untuk mengajarkan satu materi ini. Yaitu bagaimana baiknya membuat konten.

Ada yang bilang content is a king. Makanya, dalam SEO, konten itu sangat amat penting sekali.

Lalu, bagaimana membuat konten yang bagus dan sesuai dengan SEO? Setidaknya ada 3 elemen penting.

  1. Menggunakan Keyword Yang Variatif

Ada hal yang selalu berubah. Begitu juga dengan Google. Google yang dulu beda dengan yang sekarang.

Mungkin Anda pernah ikut kursus bisnis online di mana Anda diajari tentang SEO beberapa tahun yang lalu. Ada yang masih bisa diterapkan. Tapi, banyak yang sudah tidak bisa diterapkan lho. Contohnya saja penggunaan keyword.

Dulu sekali, Google akan dengan sangat mudah merangking sebuah website yang mentarget keyword spesifik. Hingga akhirnya para ahli SEO menggunakan satu keyword yang ditarget dan disebarkan untuk dijadikan sebuah konten di sebuah halaman.

Jangan sekali-kali menggunakan cara ini ya. Karena jika Anda melakukan cara ini, Anda akan dianggap keyword stuffing. Hanya mengejar keyword tanpa memberikan experience pada pembaca.

Yang sebaiknya Anda lakukan adalah menggunakan variasi keyword. Bisa saja Anda menggunakan satu keyword yang Anda targetkan di judul dan di body artikel. Akan tetapi, daripada menyebarkan satu keyword yang sama, mendingan gunakan keyword yang senada atau yang sering disebut dengan semantic keyword. Dengan menggunakan cara ini, Google akan menganggap halaman sebuah website sangat bermanfaat dan relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh pembaca.

Begitu juga dengan penempatan. Keyword utama bisa digunakan di judul, awal dan akhir paragraf. Sementara itu, semantic keyword seharusnya disebar di body artikel. Penggunaan semantic keyword tergantung panjang artikel.

Sebenarnya, secara teknis hal tersebut bisa diajarkan di kursus SEO terbaik. Akan tetapi, jika Anda sudah terbiasa membuat konten dengan teknis seperti ini, Anda tidak perlu menghafal aturan tersebut. Semua akan jalan secara normal.

  1. Konten Yang Informatif

Google lebih memilih untuk merangking sebuah situs yang memberikan artikel yang informatif. Lalu, artikel yang informatif itu seperti apa? Setidaknya satu kuncinya. Semakin panjang artikel, kemungkinan (sekali lagi kemungkinan) artikel tersebut semakin informatif. Karena pada dasarnya banyak hal yang dibahas di satu artikel tersebut.

Itulah mengapa beberapa situs yang dulunya page one tiba-tiba hilang dari peredaran karena alogaritme Google yang baru. Google akan menggeser situs yang kontennya pendek yang dianggap sama sekali tidak informatif.

Maka dari itu, para ahli SEO di dalam kelas SEO terbaik selalu menyarankan agar mengoptimasi sebuah website dengan konten yang panjang dan informatif.

  1. Disiplin

Disiplin tidak hanya perlu Anda terapkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Disiplin juga mempengaruhi kualitas website Anda lho. Google suka dengan website yang diupdate secara regular. Bukan acak-acakan.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan scheduling kapan dan jam berapa Anda melakukan update konten. Jauh lebih baik jika Anda secara rutin dan sesuai dengan jadwal daripada sering tapi tidak rutin.

Itu juga yang membuat para blogger sekarang lebih memilih untuk menghabiskan banyak waktu untuk membuat satu konten yang kualitasnya bagus dan di posting dua kali satu minggu daripada posting setiap hari konten yang kualitasnya rendah.

Tentu akan lebih baik jika Anda lebih banyak melakukan posting konten yang berkualitas. Tentunya Anda harus menyiapkan waktu dan tenaga untuk melakukan hal tersebut.

Anda harus ingat content is a king. Jika Anda punya konten dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kompetitor Anda lainnya, setidaknya Anda sudah melakukan separoh optimasi dengan sangat baik.

Beberapa poin lainnya akan diajarkan di kursus SEO terbaik, seperti bagaimana menanamkan internal link, kapan harus menggunakan external link, hingga bagaimana Anda bisa membuat copywriting. Untuk Anda yang membuat blog dengan tujuan untuk menarik pembaca agar melakukan pembelian, jelas sekali Anda butuh teknik copywriting. Ini juga bagian dari konten. Jadi, konten tidak hanya untuk merangking website Anda agar mendapatkan lebih banyak trafik, tapi juga untuk mengkonversi visitor menjadi buyer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website